https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgico98fhpTWCo2rOI_JZZYvwfj_XwNuB6gdS7wWxwoHTVuqdZzZSfXXk8wq8gvvJmrXT4FJAn3OzP1gWX2ROgaYrSP30ClkJSChkIaWZzLudrKiGR4CaQbDypEzSQ9FcourY3XUtBJI69e/s1600/angry_man.JPG
Karakter seseorang menentukan kepribadianya maasing masang sehat atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari karaktrer dan kepribadian yang sehat dan tidak sehat.
Hingga saat ini, para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam  memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian  kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan  Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian  yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia  menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.  Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam  diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang  unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari  pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964)  mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik  yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi  kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan  konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan  tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.

Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas  sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya.  Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya  konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan  afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan  kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam  berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori  kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa  dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial  Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi  dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual  dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori  The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Sementara itu, Abin  Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :
1. Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
2. Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3. Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen
4. Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional  terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung,  marah, sedih, atau putus asa
5. Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima  resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima  resiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari resiko yang  dihadapi.
6. Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan  hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau  tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari  yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat.  Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri  kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :
==================================================  =
Kepribadian yang sehat :
1. Mampu menilai diri sendiri secara realisitik;  mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya,  secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
2. Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau  kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima  secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu  yang sempurna.
3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai  keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak  menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila  memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami  kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap  optimistik.
4. Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap  kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. 
5. Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan  bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri  serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
6. Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat  menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau  konstruktif , tidak destruktif (merusak)
7. Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap  aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang  (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai  tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan  keterampilan.
8. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap  orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah  lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan  menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap  orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban  orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
9. Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan  memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
10. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
11. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung  oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan  affection (kasih sayang) ==================================================  =
Kepribadian yang tidak sehat :
1. Mudah marah (tersinggung)
2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3. Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
4. Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
5. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
6. Kebiasaan berbohong
7. Hiperaktif
8. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
9. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
10. Sulit tidur
11. Kurang memiliki rasa tanggung jawab
12. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)
13. Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
14. Pesimis dalam menghadapi kehidupan
15. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan
loading...