Judul : Seoul Cinderella
Pengarang: Lia Indra Andriana
Penerbit: Penerbit Andi
Genre: Fiksi/Chicklit

Novel ke 5 mbak Lia ini berlatar negeri Korea. Novel ini setipe Summer in Seoul yg pernah saya review sebelumnya (kesamaannya cuma dalam latar negeri gingsengnya aja kok).

Sedikit saya beri sinopsis disini (dan semoga nggak nyeleweng hingga jadi spoiler) tentang Seoul Cinderella;

Nia, gadis lulusan sarjana dari Indonesia terpaksa berangkat ke Korea untuk menjadi pembantu rumah tangga yang lebih sering kita sebut TKW. Nia beruntung bisa mendapatkan pekerjaan karena majikannya secara kebetulan sangat menyukai Indonesia, terutama masakannya. Mereka berharap dengan dipekerjakannya Nia yang asli Indonesia, Nia bisa memasak masakan Indonesia untuk keluarga mereka. Tapi, masalahnya Nia sama sekali tidak bisa memasak!!

Konflik menjadi lebih seru ketika majikannya menyuruh Nia untuk pindah ke apartemen Hyun-Jun (adik majikannya yang masih lajang). Hyun-Jun ini setiap hari menyuruh Nia memasak masakan Indonesia. Mulai dari sini pertikaian-pertikaian khas drama korea muncul. Seolah-olah kita disajikan drama korea yang berunsur Indonesia. Wew, gimana sih istilahnya? Intinya kita bisa ngerasain ke-khasan negeri gingseng itu seperti drama korea yang kita tonton di TV. Hanya saja karena ditulis oleh sudut pandang pengarangnya yang asli Indonesia, ya kita jadi akrab deh dengan yang namanya kultur Indonesia.

Namun yang namanya suatu kisah apabila tidak memiliki konflik pasti rasanya bagai sayur tanpa garam. Hambar. Begitulah, meski pun pada bab-bab awal sungguh menghibur dengan cekcok-lucu khas drama Korea, pada akhirnya toh masing-masing tokoh punya masalah mereka sendiri-sendiri yang harus diselesaikan. Mulai dari Hyun-Jun yang di desak kakaknya untuk segera menikah, Nia yang keluarganya bermasalah sehingga ia harus merengek pada Hyun-Jun agar dipinjami uang untuk pulang ke Surabaya hingga pada akhirnya mereka menyadari masalah mereka sama. Yaitu MEREKA HARUS MENIKAH!

Tema yang diangkat Mbak Lia ini sangat ngepop. Tipikal drama korea pada umumnya. Namun justru itulah kelebihannya. Tidak banyak pengarang kita yang mengambil latar negeri gingseng ini padahal Indonesia sudah dilanda Korean Wave sejak tahun 2000. Sehingga Seoul Cinderella memiliki daya tarik yang berbeda.

Selain ide cerita yang ngepop dan asyik, novel ini dipenuhi oleh istilah-istilah Korea seperti yang sering kita dengar macam "Ajushi - Paman"; "Soju - Sake Korea"; "Onni - Kakak perempuan"; "Yoboseyo - Sapaan saat menelepon"; "Jinja? - Benarkah?", dst. Kita jadi bisa belajar bahasa korea deh..

Untuk gaya penulisan pun saya suka banget. Dengan penggunaan kalimat semi-EYD seperti novel terjemahan namun tidak terkesan kaku sama sekali. Gaya tulis rapi-semi-EYD-mirip-novel-terjemahan ini sedikit sekali saya temukan dalam novel karangan anak bangsa. Cuma ada satu pengarang (malah, dia pengarang pertama yang saya kenal karena gaya penulisan ini selain mbak Lia), yang membuat saya ih-wow karena gaya penulisannya yang keren abis. Yaitu mbak Okke Rizka, pengarang Miss-J dan The truth About Fforever.

Saya bilang mirip tapi bukan berarti persis. Mereka setipe tapi tak sama. Yang setipe kan cuma gaya tulis semi-EYDnya doang. Gaya bahasanya udah beda lagi dooong... tiap orang punya ciri khasnya masing-masing yang jadi kelebihan mereka XD

Bisa dibilang gaya penulisan mbak Lia ini bagus banget. Dibandingkan Summer in Seoul, pembawaan mbak Lia lebih oke karena lebih smooth dan nggak patah-patah kayak Summer in Seoul. Saya jauh lebih mudengngeh dalam sekali baca Seoul Cinderella. Hal yang tidak saya rasakan saat membaca Summer in Seoul. Mungkin karena mbak Lia lebih sukses dalam mengasimilasi unsur Indonesia dengan Korea sehingga rasanya kayak gado-gado asli Indonesia. Joss! dan

Novel ini ditujukan bagi pembaca yang suka dengan All-About-Korea atau siapa pun yang menyukai kisah ngepop tapi nggak asal pop karena latar kisahnya yang ih-wow. Nggak terlalu berat buat remaja juga nggak bisa disebut ringan buat pecinta chiclit.

Akhir kata, novel ini sangat menghibur dan dapat memuaskan para korban Korean Wave yang pemimpi ini *tunjuk diri sendiri*
Kalau saya bisa segini excitednya, apalagi kalian ;)

Ayo buruan baca sendiri!
loading...