Archive Pages Design$type=blogging

Makalah Manfaat Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Makalah Manfaat Pengolahan Limbah Rumah Sakit Bagi Pekerja BAB I A.    PENDAHULUAN Dalam upaya menigkatkan derajat kesehatan bagi para pek...

Makalah Manfaat Pengolahan Limbah Rumah Sakit Bagi Pekerja
BAB I
A.    PENDAHULUAN
Dalam upaya menigkatkan derajat kesehatan bagi para pekerja di rumah sakit, khususnya di kota-kota besar semakin meningkat pendirian rumah sakit (RS). Sebagai akibat kualitas efluen limbah rumah sakit tidak memenuhi syarat. Limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi para pekerja dirumah sakit. Hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri dan hepatitis sehingga limbah harus diolah sebelum dibuang. Sampah dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- Limbah benda tajam adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum hipodermik, perlengkapan intravena, pipet pasteur, pecahan gelas, pisau bedah. Semua benda tajam ini memiliki potensi bahaya dan dapat menyebabkan cedera melalui sobekan atau tusukan. Benda-benda tajam yang terbuang mungkin terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh, bahan mikrobiologi, bahan beracun atau radio aktif.
- Limbah infeksius mencakup pengertian sebagai berikut: Limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif). Limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poli klinik dan ruang perawatan/isolasi penyakit menular.
- Limbah kimia adalah limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam     tindakan medis, veterinari, laboratorium, proses sterilisasi, dan riset.
- Limbah radioaktif adalah yang terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radio nukleida.
 Selain sampah klinis, dari kegiatan penunjang rumah sakit juga menghasilkan sampah non klinis atau dapat disebut juga sampah non medis. Sampah non medis ini bisa berasal dari kantor / administrasi kertas, unit pelayanan (berupa karton, kaleng, botol), sampah dari ruang pasien, sisa makanan buangan; sampah dapur (sisa pembungkus, sisa makanan/bahan makanan, sayur dan lain-lain). Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit mempunyai karakteristik tertentu baik fisik, kimia dan biologi. Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme, tergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana yang ada (laboratorium, klinik dll). Tentu saja dari jenis-jenis mikroorganisme tersebut ada yang bersifat patogen. Limbah rumah sakit seperti halnya limbah lain akan mengandung bahan-bahan organik dan anorganik, yang tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air kotor pada umumnya seperti BOD, COD, pH, mikrobiologik, dan lain-lain.


BAB II
A.    PERMASALAHAN
Dalam profil kesehatan Indonesia, Departement Kesehatan, 1997 diungkapkan seluruh rumah sakit di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121.996 tempat tidur. Hasil kajian terhadap 100 Rumah Sakit di Jawa dan Bali menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3,2 kg pertempat tidur perhari. Analisa lebih jauh menunjukkan produksi sampah berupa limbah domestic sebesar 76,8 persen dan berupa limbah infeksius sebesar 23,2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi Rumah Sakit sebesar 376.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari. Dari gambaran tersebut dapat dibayangkan betapa besar potensi Rumah Sakit untuk mencemari lingkungan dan kemungkinan menimbulkan kecelakaan  serta penularan penyakit.
Rumah Sakit menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar, beberapa diantaranya membahayakan kesehatan dilingkungannya. Di negara maju, jumlahnya diperkirakan 0,5-0,6 kg per tempat tidur rumah sakit perhari. Pembuangan limbah yang berjumlah cukup besar ini paling baik jika dilakukan dengan memilah-milah limbah kedalam kategori untuk masing-masing jenis kategori diterapkan cara pembuangan limbah yang berbeda. Prinsip umum pembuangan limbah rumah sakit adalah sejauh mungkin menghindari resiko kontaminasi
Limbah Rumah Sakit mengandung bahan beracun berbahaya. Rumah Sakit tidak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, tetapi juga limbah infeksius yang mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Dari keseluruhan limbah rumah sakit, Sekitar  10 sampai 15 persen diantaranya merupakan limbah infeksius yang mengandung logam berat, antara lain mercuri (Hg). Sebanyak 40 persen lainnya adalah limbah organik yang berasal dari makanan dan sisa makan, baik dari pasien dan keluarga pasien maupun dapur gizi. Selanjutnya, sisanya merupakan limbah anorganik dalam bentuk botol bekas infus dan plastik. Temuan ini merupakan hasil penelitian Bapedalda Jabar bekerja sama dengan Departemen
Kesehatan RI, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama tahun 1998 sampai tahun 1999. Keterbatasan dan mengakibatkan sampel yang diambil hanya dari dua rumah sakit di Jawa Barat, satu di rumah sakit pemerintah dan satunya lagi di rumah sakit swasta. Secara terpisah, mantan Ketua Wahana Lingkungan (Walhi) Jabar
Ikhwan Fauzi mengatakan, volume limbah infeksius dibeberapa rumah sakit bahkan melebihi jumlah yang ditemukan Bapedalda. Limbah infeksius ini lebih banyak ditemukan di beberapa rumah sakit umum, yang pemeliharaan lingkungannya kurang baik.
Biasanya orang mengaitkan limbah B3 dengan industri. Siapa yang menyangka ternyata dirumah sakitpun menghasilkan limbah berbahaya dari limbah infeksius. Limbah infeksius berupa alat-alat kedokteran seperti perban, salep, serta suntikan bekas (tidak termasuk tabung infus), darah, dan sebagainya. Dalam penelitian itu, hampir di setiap tempat sampah ditemukan bekas dan sisa makanan (limbah organik), limbah infeksius, dan limbah organik berupa botol bekas infus.
Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius.Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.
Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Universitas Indonesia Dr Setyo Sarwanto DEA mengutarakan hal itu kepada Pembaruan, Kamis pekan lalu, di Jakarta. Ia mengatakan, rata-rata pengelolaan limbah medis di rumah sakit belum dilakukan dengan benar. Limbah medis memerlukan pengelolaan khusus yang berbeda dengan limbah nonmedis. Yang termasuk limbah medis adalah limbah infeksius, limbah radiologi, limbah sitotoksis, dan limbah laboratorium.
Limbah infeksius misalnya jaringan tubuh yang terinfeksi kuman. Limbah jenis itu seharusnya dibakar, bukan dikubur, apalagi dibuang ke septic tank. Pasalnya, tangki pembuangan seperti itu di Indonesia sebagian besar tidak memenuhi syarat sebagai tempat pembuangan limbah. Ironisnya, malah sebagian besar limbah rumah sakit dibuang ke tangki pembuangan seperti itu.
Kenyataannya, banyak tangki pembuangan sebagai tempat pembuangan limbah yang tidak memenuhi syarat. Hal itu akan menyebabkan pencemaran, khususnya pada air tanah yang banyak dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Setyo menyebutkan, buruknya pengelolaan limbah rumah sakit karena pengelolaan limbah belum menjadi syarat akreditasi rumah sakit. Sedangkan peraturan proses pembungkusan limbah padat yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada 1992 pun sebagian besar tidak dijalankan dengan benar.

B.    DAMPAK LIMBAH PADA KESEHATAN PEKERJA
Ada beberapa kelompok pekerja yang mempunyai resiko untuk mendapat gangguan karena buangan rumah sakit. Pertama, pasien yang datang ke Rumah Sakit untuk memperoleh pertolongan pengobatan dan perawatan Rumah Sakit. Kelompok ini merupakan kelompok yang paling rentan. Kedua, karyawan Rumah sakit dalam melaksanakan tugas sehari-harinya selalu kontak dengan orang sakit yang merupakan sumber agen penyakit. Ketiga, pengunjung / pengantar orang sakit yang berkunjung ke rumah sakit, resiko terkena gangguan kesehatan akan semakin besar. Keempat, masyarakat yang bermukim di sekitar Rumah Sakit, lebih-lebih lagi bila Rumah sakit membuang hasil buangan Rumah Sakit tidak sebagaimana mestinya ke lingkungan sekitarnya. Akibatnya adalah mutu lingkungan menjadi turun kualitasnya, dengan akibat lanjutannya adalah menurunnya derajat kesehatan pekerja di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit wajib melaksanakan pengelolaan buangan rumah sakit yang baik dan benar dengan melaksanakan kegiatan Sanitasi Rumah Sakit.


BAB  III
A.    JENIS-JENIS LIMBAH RUMAH  SAKIT
-    Limbah klinik
Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staf Rumah Sakit. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. Contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkus yang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urine dan produk darah.
-    Limbah patologi
Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diautoclaf sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard.
-    Limbah bukan klinik
 Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan menbuangnya.
-    Limbah dapur
Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan pengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staf maupun pasien di Rumah Sakit.
-    Limbah radioaktif
Walaupun limbah ini tidak  menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangan secara aman perlu diatur dengan baik. Pemberian kode warna yang berbeda untuk masing-masing sangat membantu pengelolaan limbah tersebut
Berikut adalah tabel yang menyajikan contoh sistem kondisifikasi limbah rumah sakit dengan menggunakan warna :

JENIS LIMBAH    WARNA
Bangsal/Unit   
Klinik    Kuning
Bukan klinik    Hitam
Kamar Cuci Rumah Sakit   
Kotor/Terinfeksi    Merah
Habis dipakai    Putih
Dari kamar operasi    Hijau/Biru
Dapur   
Sarung tangan dengan warna yang berbeda untuk memasak dan membersihkan badan.
Agar kebijakan kodifikasikan menggunakan warna dapat dilaksanakan dengan baik, tempat limbah diseluruh rumh sakit harus memiliki warna yang sesuai, sehingga limbah dapat dipisah-pisahkan ditempat sumbernya.
  • Bangsal harus memiliki dua macam tempat limbah dengan dua warna, satu untuk limbah klinik dan yang lain untuk bukan klinik
  • Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis dianggap sebagai limbah klinik
  • Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah klinik dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang (Depkes RI, 1992).
B.     PENGOLAHAN LIMBAH
Pengolahan limbah RS Pengelolaan limbah RS dilakukan dengan berbagai cara. Yang diutamakan adalah sterilisasi, yakni berupa pengurangan (reduce) dalam volume, penggunaan kembali (reuse) dengan sterilisasi lebih dulu, daur ulang (recycle), dan pengolahan (treatment) (Slamet Riyadi, 2000).
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan kodifikasi dengan warna yang menyangkut hal-hal berikut :
1.    Pemisahan Limbah
  • Limbah harus dipisahkan dari sumbernya
  • Semua limbah beresiko tinggi hendaknya diberi label jelas
  • Perlu digunakan kantung plastik dengan warna-warna yang berbeda yang       menunjukkan kemana kantong plastik harus diangkut untuk insinerasi atau dibuang (Koesno Putranto. H, 1995).
2.    Penyimpanan Limbah
Dibeberapa Negara kantung plastik cukup mahal sehingga sebagai gantinya dapat digunkanan kantung kertas yang tahan bocor (dibuat secara lokal sehingga dapat diperloleh dengan mudah) kantung kertas ini dapat ditempeli dengan strip berwarna, kemudian ditempatkan ditong dengan kode warna dibangsal dan unit-unit lain.
3.    Penanganan Limbah
  • Kantung-kantung dengan warna harus dibuang jika telah terisi 2/3 bagian. Kemudian diikiat bagian atasnya dan diberik label yang jelas
  • Kantung harus diangkut dengan memegang lehernya, sehingga  jika dibawa mengayun menjauhi badan, dan diletakkan ditempat-tempat  tertentu untuk dikumpulkan
  • Petugas pengumpul limbah harus memastikan kantung-kantung dengan  warna yang sama telah dijadikan satu dan dikirimkan ketempat yang sesuai
  • Kantung harus disimpan pada kotak-kotak yang kedap terhadap kutu dan hewan perusak sebelum diangkut ketempat pembuangan.
4.   Pengangkutan limbah
Kantung limbah dipisahkan dan sekaligus dipisahkan menurut kode warnanya. Limbah bagian bukan klinik misalnya dibawa kekompaktor, limbah bagian Klinik dibawa keinsenerator. Pengangkutan dengan kendaraan khusus kendaraan yang digunakan untuk mengangkut limbah tersebut sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan setiap hari, jika perlu dibersihkan dengan menggunakan larutan klorin.
5.   Pembuangan limbah
Setelah dimanfaatkan dengan konpaktor, limbah bukan klinik dapat dibuang ditempat penimbunan sampah limbah klinik harus dibakar jika tidak mungkin harus ditimbun dengan kapur dan ditanam limbah dapur sebaiknya dibuang pada hari yang sama sehingga tidak sampai membusuk.
Rumah sakit yang besar mungkin mampu memberli inserator sendiri, insinerator berukuran kecil atau menengah dapat membakar pada suhu 1300-1500 ºC atau lebih tinggi dan mungkin dapat mendaur ulang sampai 60% panas yang dihasilkan untuk kebutuhan energi rumah sakit. Suatu rumah sakit dapat pula mempertoleh penghasilan tambahan dengan melayani insinerasi limbah rumah sakit yang berasal dari rumah sakit yang lain. Insinerator modern yang baik tentu saja memiliki beberapa keuntungan antara lain kemampuannya menampung limbah klinik maupun limbah bukan klinik, termasuk benda tajam dan produk farmasi yang tidak terpakai lagi.
Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia, limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Langkah-langkah pengapuran tersebut meliputi sebagai berikut :
  • Menggali lubang, dengan kedalaman sekitar 2,5 meter
  • Tebarkan limbah klinik didasar lubang samapi setinggi  75 cm
  • Tambahkan lapisan kapur
  • Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditanamkan samapai ketinggian 0,5 meter dibawah permukaan tanah
  • Akhirnya lubang tersebut harus ditutup dengan tanah.
Perlu diingat, bahan yang tidak dapat dicerna secara biologi misalnya kantung plastik tidak perlu ikut ditimbun. Oleh karenanya limbah yang ditimbun dengan kapur ini dibungkus kertas. Limbah-limbah tajam harus ditanam.
Limbah bukan klinik tidak usah ditimbun dengan kapur dan mungkin ditangani oleh DPU atau kontraktor swasta dan dibuang ditempat tersendiri atau tempat pembuangan sampah umum. Limbah klinik, jarum, semprit tidak boleh dibuang pada tempat pembuangan sampah umum.
Semua petugas yang menangani limbah klinik perlu dilatih secara memadai dan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika mengalami inokulasi atau kontaminasi badan. Semua petugas harus menggunakan pakaian pelindung yang memadai, imunisasi terhadap hepatitis B sangat dianjurkan dan catatan mengenai imunisasi tersebut sebaiknya tersimpan dibagian kesehatan kerja.


BAB IV
KESIMPULAN
Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi para pekerja sekitarnya tetapi juga mungkin dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pasien yang lain maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. Oleh kerna itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada dilingkungan rumah sakit dan sekitarnya perlu kebijakan sesuai manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan.
Rumah sakit sebagai institusi yang sosial ekonominya kerena tugasnya memberikan pelayanan kesehatan tidak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang ditimbulkan.
 
SARAN
Dari hasil yang telah dilaksanakan maka peneliti memberi saran
guna kesehtan pekerja rumah sakit perlu di perhatikan hal-hal berikut ini :
  1. Perlunya tenaga ahli dari Teknik Lingkungan atau sederajad untuk menangani dan mengawasi Instalasi     Pengolah Limbah yang terdapat pada rumah sakit.
  2. Perlunya perlakuan terlebih dahulu pada instalasi bedah sentral, instalasi  radiologi, instalasi laboratorium dalam mengelola limbahnya terutama limbah cair sebelum masuk ke dalam instalasi pengolah limbah. Limbah yang ditimbulkan dari instalasi tersebut mengandung bahan beracun berbahaya dan kandungan infeksius yang tinggi. 
  3. Limbah tinja dari water closet sebaiknya ditangani terlebih dahulu sebelum dibuang ke instalasi pengolah limbah, atau jika perlu dibuatkan bak septik tank tersendiri untuk proses penanganannya. 
  4. Perlunya pelatihan tentang manajemen rumah sakit yang dapat diikuti oleh pihak terkait sehingga dapat dimanfaatkan dalam menangani limbah cair. Pelatihan ini dapat diikuti oleh dokter rumah sakit maupun oleh karyawan rumah sakit yang menangani instalasi pengolah limbah cair.
  5. Perlunya penertiban jam kunjung bagi pasien rawat inap, sehingga pasien dapat beristirahat dengan tenang untuk mempercepat proses penyembuhan pasien tersebuit.


DAFTAR PUSTAKA
BAPEDAL. 1999. Peraturan tentang Pengendalian Dampak Lingkungan.
Arifin.M, 2008,  Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan. FKUI
Depkes RI. 2002. Pedoman Umum Hygene Sarana dan Bangunan Umum.
Departemen Kesehatan RI. 1992. Peraturan Proses Pembungkusan Limbah Padat.
Departement Kesehatan RI. 1997. Profil Kesehatan Indonesia.
Pristiyanto, Djuni. 2000. Limbah Rumah Sakit Mengandung Bahan Beracun Berbahaya.
Anonimous. 2009. Limbah. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sarwanto, Setyo. 2009. Limbah Rumah Sakit Belu Dikelolah Dengan Baik. Jakarta : UI Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1995. Pedoman Teknik Analisa Mengenai dampak Lingkungan Rumah Sakit.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Kep. 58/Menlh/12/1995 Tentang Baku Mutu Kegiatan Rumah Sakit.
Kusnoputranto, H. 1993. Kualitas Limbah Rumah Sakit dan Dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan dalam Seminar Rumah Sakit.

COMMENTS

Nama

#LERB 1001 Books Mus Read Before You Die Action adat dan budaya. Adventure Agoeng Nadh Ajip Rosidi Alexandre Dumas Aliens Amanda Ashby Amore android antivirus aplikasi Apocalyptic Arsitek artikel Asal Mula Suku Baduy Astrid Zeng bayi BBI Belajar Bahasa Indonesia dengan Diskusi Belanda benci Binatang bingung biografi Bisnis blackberry Books in English Challenge budaya nusantara budidaya capres cawapres cerita lucu cerpen Challenge Chaos[at]work Character Thursday Chicklit Childrens China chit-chat Chris Dyer Christina Tirta Classic Competition Comprensión de la educación física Contemporary Contest contoh contoh soal contoh surat Crissy Calhoun Cultural Curriculum Vitae de seguros Death Delirium Diskusi Djokolelono Drama dunia Dystopia Earthsea Cycle educación educacion definicion educación física Educación física para los adultos edukasi ekonomi Entertainment facebook Fairies Faktur Family Fantasy fatin Feby Indirani File Skripsi film Francisca Todi Free ebook Friendship fun Gayle Forman Gayus Holomoan P. Tambunan adalah Gemscool Giveaway google update harga harga nokia harga samsung healthy Historical Fiction Historical Fiction Challenge 2012 Historical Romance hiv-aids Holocaust Horror hot news Humor Hunger Games Ideologi Pancasila If I Stay Ika Natassa Ilana Tan Indonesia Info info menarik Inggris insurance internet Ipad apps islami Jadwal Pendaftaran SNMPTN 2013 James Patterson Jane Austen jantung Jenis-Jenis Tanah di Indonesia Jepang jilbab John Boyne Judul Skripsi Jules Verne Just-For-Fun-RC Kardashian Karla M. Nashar Karya tulis Kebudayaan Suku di Makasar di Era Globalisasi kata bijak kata cinta kata motivasi kata mutiara kata romantis kata-kata bijak kebencian Keberadaan Suku Baduy Kecantikan kelalawar Ken Grimwood Kesehatan Kesuburan Biologi (Mikrobiologi) Kewirausahaan Kim Eun Jeong Kode Nokia Konsep Kurikulum koperasi Korea Kumpulan Clipart Kumpulan Nama Bayi L.J. Smith La Mian latest news Lauren Oliver laut Lia Indra Andriana limbah lingkungan Lirik Lagu Lorien Legacies lucu M.G. Harris Maggie Tiojakin Magic makalah Makalah Adat dan Budaya MAKALAH Biologi Tentang Polusi Air Makalah Buku Minat Baca dan Wawasan Makalah Filsafat Pendidikan Makalah Flora dan Fauna Makalah Kasus Lingkungan Hidup Makalah Kebijakan Makalah Keluarga Berencana menurut pandangan Islam Makalah Kemampuan Dasar Mengajar Makalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Makalah Kerusakan Hutan Akibat Limbah Industri Makalah Kesehatan Keselamatan Kerja makalah Khasanah Kebudayaan Suku Baduy Makalah Media Pembelajaran Makalah Nasionalisme Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup Makalah Penanganan Anak Sulit Belajar Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Makalah Pengaruh Anemia Makalah Pengelolaan Sampah di Pedesaan dan di Perkotaan Makalah Pengembangan Kawasan Pantai Makalah Penggunaan Media untuk Pembelajaran makalah Pengolahan Sampah Makalah Penyakit Cacar Makalah Perkembangan Remaja dan Pacaran Makalah Perubahan Sosial Makalah Pesona Alam Wisata Purbalingga Makalah Problematika Sistem Pendidikan Indonesia Makalah Proses Perkembangan Antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan Budaya. Makalah Proses Perkembangan Antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan Budaya. Pengertian Kebudayaan Makalah Puber Makalah Rasa Rendah Diri Makalah Realisasi Pancasila dalam Bidang Kebudayaan Makalah Rumah Sehat Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi Makalah Toksikologi Lingkungan Makalah Tumbuhnya Lumut Pada Batuan Candi Borobudur Makalah Wawasan Nusantara Makanan Malaysia manfaat Marc Levy mario teguh Mary Kay Andrews Mary Rodgers Meg Cabot Metropop Moammar Emka motivasi Motivasi dan Aspek-aspek Pembelajaran Music My Stupid Boss Mystery Myth Name In A Book Challenge Narrative text Naskah pidato News Ninit Yunita Non-Fiction olahraga Orizuka Pakaian pandangan islam Paranormal PDA Pembangunan Lingkungan Hidup dan Otonomi Daerah Secara Berkelanjutan pembangunan. Pendidikan Penerbit Andi Penerbit Atria Penerbit Authorized Books Penerbit Avon Books Penerbit Bentang Penerbit Buku Katta Penerbit Bukune Penerbit Dastan Books Penerbit Elex Media Komputindo Penerbit Escaeva Penerbit Esensi Penerbit Gagas Media Penerbit Gradien Mediatama Penerbit Gramedia Penerbit HarperCollins Penerbit Haru Penerbit Mahaka Penerbit Mahda Books Penerbit Matahati Penerbit Mizan Penerbit Nulisbuku Penerbit Puspa Populer Penerbit Pustaka Jaya Penerbit Qanita Penerbit Scholastic Penerbit Serambi Penerbit Terakota Penerbit Ufuk Press Pengaruh Wudhu Bagi Kesehatan Pengaruh Globalisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Adalah Pengertian dan Fungsi Notula Pengertian Konservasi Sumber Daya Alam Pengertian Membaca dan faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa Pengertian Minat pengetahuan Pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman Penyebab Pencemaran Air dan Cara Mengolah Air yang Tercemar peran pendidikan Peranan Guru Peranan Membaca Perancis PERILAKU AGRESIF REMAJA Pittacus Lore Prameter Air yang dikatakan bersih Pretty Little Liars proposal PTK puisi rahasia alam ramalan Re-post Resep Masakan Resep Minuman Retni SB Romance RPP dan Silabus Sains Sara Shepard School Science Fiction Scott Westerfeld sejarah sepak bola Short Stories Simone Elkeles skripsi smartphones sms SNMPTN 2013 Spionase Stefiani E. I. Stephanie Laurens Supernatural surat lamaran kerja surat pengunduran diri Suzanne Collins Taiwan tata usaha Tatiana De Rosnay Teaser Tuesdays Teenlit teknologi Tere-Liye ternak The Joshua Files The Vampire Diaries Threes Emir Thriller Time Travel tips tips dan trik Travelogue tutorial ucapan ucay dwntr Uglies unik unta Ursula K. Le Guin US usaha Vampires video Video "Andai Aku Jadi gayus Tambunan" Virginia Novita viru mers W. Somerset Maugham Wanda Hamidah War Windy Ariestanty wirausaha Wishful Wednesday X Factor Indonesia Young Adult Yudhi Herwibowo
false
ltr
item
sanghiang: Makalah Manfaat Pengolahan Limbah Rumah Sakit
Makalah Manfaat Pengolahan Limbah Rumah Sakit
sanghiang
http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/06/makalah-manfaat-pengolahan-limbah-rumah.html
http://ekookdamezs.blogspot.com/
http://ekookdamezs.blogspot.com/
http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/06/makalah-manfaat-pengolahan-limbah-rumah.html
true
7703537770750550472
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago