Archive Pages Design$type=blogging

Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak di TK SKRIPSI PTK

Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui kegiatan Menggambar Dekoratif pada Anak di TK SKRIPSI PTK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakan...

Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui kegiatan Menggambar Dekoratif pada Anak di TK SKRIPSI PTK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dunia pendidikan senantiasa diarahkan pada peningkatan mutu sumber daya manusia terutama anak TK. Anak sebagai peserta didik dipersiapkan untuk menjadi jiwa yang tangguh, mandiri, dan kreatif dalam memasuki era globalisasi yang penuh persaingan. Untuk itu penyelenggaraan program pendidikan akan lebih menitik beratkan pada perkembangan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Anak memerlukan kegiatan yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Bagi anak, bermain merupakan sarana belajar bagi mereka. Bermain merupakan proses mempersiapkan diri untuk memasuki dunia selanjutnya dan merupakan cara untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak seperti aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik. Melalui kegiatan bermain dengan menggunakan alat permainan, anak terstimulasi untuk berkembang dengan baik perkembangannya.
Melalui bermain, gerakan motorik anak akan senantiasa terlatih dengan baik. Peningkatan keterampilan motorik seorang anak akan berdampak positif pada aspek perkembangan yang lain pula. Bagi anak usia prasekolah, gerakan-gerakan fisik tidak sekedar penting untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan fisik, melainkan juga dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan rasa harga diri (self esteem) dan bahkan perkembangan kognisi (Bredekamp, 1987 dalam solehuddin 2000).
Perlu diketahui bahwa kemampuan motorik halus sangat penting karena berpengaruh pada segi pembelajaran lainnya. Keadaan ini sesuai dengan penelitian Mayke (2007) bahwa motorik halus penting karena ini nantinya akan dibutuhkan anak dari segi akademis. Kegiatan akademis tersebut seperti menulis, menggunting, menjiplak, mewarnai, melipat, menarik garis dan menggambar. Hal ini sejalan dengan pendapat Hurlock (1978) bahwa penguasaan motorik halus penting bagi anak, karena seiring makin banyak keterampilan motorik yang dimiliki semakin baik pula penyesuaian sosial yang dapat dilakukan anak serta semakin baik prestasi di sekolah.
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan anak secara keseluruhan. Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord (Endah, 2008). Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Perkembangan ini akan berpengaruh pada kemampuan sosial emosi, bahasa, dan fisik anak.
Dalam perkembangan anak, biasanya kemampuan motorik kasar lebih dahulu berkembang daripada kemampuan motorik halus. Hal ini terbukti ketika anak sudah dapat berjalan dengan menggunakan otot-otot kakinya, kemudian anak baru mampu dapat mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggambar atau menggunting. Keterampilan motorik halus pada umumnya memerlukan jangka waktu yang relatif lama untuk penyesuaiannya. Hal ini merupakan suatu proses bagi seorang anak untuk mencapainya. Maka diperlukan intensitas kegiatan yang syarat untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.
Kemampuan motorik halus yang dimiliki setiap anak berbeda. Ada yang lambat dan ada pula yang sesuai dengan perkembangan tergantung pada kematangan anak. Namun sebaiknya selaku pendidik atau orang tua hendaknya mengetahui permasalahan dan memberikan solusi bagaimana meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak.
Menurut Holts (2009), kemampuan motorik anak dikatakan terlambat, bila di usianya yang seharusnya ia sudah dapat mengembangkan keterampilan baru, tetapi ia tidak menunjukkan kemajuan. Terlebih jika sampai memasuki usia sekolah sekitar 6 tahun, anak belum dapat menggunakan alat tulis dengan baik dan benar. Anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik halus mengalami kesulitan untuk mengoordinasikan gerakan tangan dan jari-jemarinya secara fleksibel. Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi keterlambatan perkembangan kemampuan motorik halus misalnya kurangnya kesempatan untuk melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sejak bayi, pola asuh orangtua yang cenderung overprotektif dan kurang konsisten dalam memberikan rangsangan belajar, tidak membiasakan anak untuk mengerjakan aktivitas sendiri sehingga anak terbiasa selalu dibantu untuk memenuhi kebutuhannya, serta ada juga anak yang selalu disuapi sehingga fleksibilitas tangan dan jemarinya kurang terasah. Namun menurut Wing (2008), sebagian anak mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan teknologi jaman sekarang seperti video games dan komputer, anak-anak kurang menggunakan waktu mereka untuk permainan yang memakai motorik halus. Ini bisa menyebabkan kurang berkembangnya otot-otot halus pada tangan. Keterlambatan perkembangan otot-otot ini menyebabkan kesulitan menulis ketika anak masuk sekolah. Beberapa anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halus karena keterlambatan tumbuh kembang atau diagnosa medik seperti Down syndrome atau cerebral palsy (cacat mental).
Setelah mengetahui permasalahan secara umum di atas, jika melihat pada kenyataan di lapangan, sebagian Taman Kanak-kanak menerapkan pembelajaran yang dijadikan dasar peningkatan motorik halus terkadang kurang terencana dan terprogram. Guru masih menerapkan pembelajaran yang bersifat konvensional seperti pembelajaran yang kurang memunculkan minat anak dan masih kurangnya sarana prasarana pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Melihat fenomena yang terjadi di lapangan khususnya di TK X berdasarkan pengamatan awal dan hasil diskusi dengan guru kelas menunjukan bahwa anak-anak pada umumnya masih memiliki kemampuan motorik halus yang masih rendah terutama pada kegiatan pramenulis seperti cara memegang pensil yang belum benar, menjiplak bentuk/garis yang belum rapi, kesulitan membuat bentuk-bentuk tulisan dan mewarnai yang masih terlihat corat-coret serta kegiatan lainnya yang masih memerlukan bimbingan dari lingkungan terutama kemampuan motorik halus, yang mencakup penggunaan koordinasi otot-otot kecil/halus. Hal ini bisa disebabkan faktor kematangan anak dan stimulasi/latihan yang belum diterapkan secara konsisten seperti pembelajaran yang ada dalam program di sekolah tersebut. Menurut pengamatan TK ini belum terdapat program dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara khusus. Untuk itu masalah ini sebaiknya segera diantisipasi adanya faktor penghambat kemajuan segi pembelajaran yang lain ini, sehingga kekhawatiran anak mengalami kesulitan dalam kemampuan motorik halus dapat diminimalisir.
Proses pembelajaran awal yang menyenangkan sangat berpengaruh pada kemajuan dari segi pembelajaran akademik lain dan kreativitas. Brenner (1990) dalam Solehuddin (2000) menyatakan bahwa tak ada masa yang lebih potensial untuk belajar daripada masa tahun-tahun awal kehidupan anak. Sehingga akan lebih baik bagi anak pada masa ini untuk diberi stimulasi belajar yang efektif untuk mengembangkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses pembelajaran awal yang menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dapat dioptimalisasikan pada awal kehidupan anak. Menurut Solehuddin (2000) berkenaan dengan pertumbuhan fisik, anak usia TK masih perlu aktif melakukan berbagai aktifitas. Oleh karena itu pihak sekolah selayaknya mengembangkan kegiatan belajar yang sesuai dengan perkembangan anak untuk dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Para ahli pendidikan memandang bahwa usia prasekolah merupakan masa emas bagi penyiapan anak untuk menjalani proses perkembangan dan belajar selanjutnya. Pada usia ini pula terdapat "masa peka" yang sangat potensial sekali untuk dikembangkan secara optimal sebagai tuntutan perkembangan anak.
Usia emas dalam perkembangan motorik adalah middle childhood atau masa anak-anak. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional,konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama.Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.
Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami sakit seperti usia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi lebih maksimal dari pada usia sebelumnya.
Mengingat kemampuan motorik halus anak sangat penting, maka diperlukan kegiatan yang lebih ditingkatkan lagi, dapat memberikan kesenangan pada anak, memupuk jiwa kreatif serta merupakan dasar bagi keterampilan yang lainnya. Menurut Rachmawati dkk (2003) bahwa dengan potensi kreativitas, maka anak akan senantiasa membutuhkan aktivitas yang syarat dengan ide-ide kreatif.
Sedangkan para ahli konstruktivis mengasumsikan bahwa pada dasarnya anak itu memiliki kemampuan untuk membangun dan mengkreasi pengetahuan. Menurut pandangan ini (Schickedanz, et al, 1990), dalam Solehuddin (2002) pengetahuan pada dasarnya dibangun. Pengetahuan itu tidak terletak dimanapun, melainkan dibangun oleh anak dengan berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini diasumsikan bahwa keterlibatan, kreativitas, dan inisiatif anak dalam proses belajar merupakan hal yang esensial. Greenberg (1994) dalam Solehudin (2002) mengatakan bahwa anak akan terlibat dalam belajar secara lebih intensif jika ia membangun sesuatu daripada sekedar melakukan atau menirukan sesuatu yang dibangun oleh orang lain. Hal ini akan menciptakan suasana belajar yang bermakna.
Berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, sebenarnya banyak pendekatan dan kegiatan pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan aspek motorik halus anak. Pendekatan seni merupakan suatu proses pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Seni adalah kegiatan manusia dalam mengekspresikan pengalaman hidup dan kesadaran artistiknya yang melibatkan kemampuan intuisi, kepekaan indriawi dan rasa, kemampuan intelektual, kreativitas serta keterampilan teknik untuk menciptakan karya yang memiliki fungsi personal atau sosial dengan menggunakan berbagai media.
Pengembangan seni juga bertujuan mengembangkan keterampilan motorik halus anak didik dalam berolah tangan. Salah satu diantaranya adalah pembelajaran bidang seni rupa yaitu pada kegiatan menggambar dekoratif. Pembelajaran seni merupakan salah satu pendekatan pembelajaran di TK yang memiliki aspek bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain.
Menggambar dekoratif merupakan kegiatan menggambar hiasan (ornamen) pada kertas gambar atau pada benda benda tertentu (Prawira : 2004). Menurut E. Muharam dkk (1992) menggambar dekoratif peranannya bisa meluas ke segala bidang, misalnya dipergunakan sebagai bagian dari perlengkapan hidup. Gambar dekoratif telah memasuki segala aspek kehidupan manusia. Dengan demikian menggambar dekoratif memiliki peranan pada semua bidang tergantung pada kebutuhan manusia, termasuk peranannya dalam bidang pendidikan untuk keperluan melatih kemampuan motorik halus pada suatu pembelajaran.
Kegiatan menggambar dekoratif ini melibatkan unsur otot, syaraf, otak, dan jari-jemari tangan. Anak selayaknya diberi motivasi, dorongan yang dapat memunculkan minat anak terhadap kegiatan tersebut. Anak dilatih memegang pensil dengan benar ketika membuat suatu gambar, mewarnai atau memulas dengan menggunakan krayon atau kuas, sehingga dapat meningkatkan kelenturan jari jemari anak. Disinilah unsur-unsur tersebut akan terkoordinasi jika dilakukan dengan intensif.
Tak ada seorang anak pun yang tidak gemar menggambar. Saat disodorkan secarik kertas, ia akan dengan sigap mencoret-coret apa yang ada dalam imajinasinya di atas kertas tersebut. Karena itu, menggambar dianggap dapat dijadikan sebagai ajang mengasah kreativitas anak. Selain itu, aktivitas ini juga bermanfaat dapat menstimulasi daya imajinasi, mengembangkan gagasan, menyalurkan emosi, menumbuhkan minat seni, sekaligus mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak prasekolah (Gerda, 2008).
Menurut Ki Hadjar Dewantoro dalam Sofa (2003) setiap fungsi perkembangan dan kemampuan dasar/genetik dalam diri anak, khususnya usia TK mempunyai masa peka tersendiri, misalnya masa peka untuk menggambar adalah tahun ke-5. Sehingga "masa peka" yang sangat potensial di usia prasekolah ini baik untuk dikembangkan secara optimal sebagai tuntutan perkembangan anak.
Dengan demikian kemampuan motorik halus anak perlu untuk ditingkatkan untuk mengubah suatu keadaan dalam memecahkan persoalan pendidikan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan di bidang pendidikan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui sejauh mana latihan kegiatan menggambar dekoratif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK X. Berdasarkan uraian yang yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti memilih judul "Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggambar Dekoratif".

B. Rumusan Masalah
Secara Umum penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut : "Bagaimana Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggambar Dekoratif ?"
Rumusan masalah di atas secara khusus dapat dijabarkan ke dalam pertanyaan penelitian, sebagai berikut :
1. Bagaimana kondisi kemampuan motorik halus anak di TK X sebelum mengikuti kegiatan menggambar dekoratif ?
2. Bagaimana proses kegiatan menggambar dekoratif dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK X ?
3. Bagaimanakah kemampuan motorik halus anak di TK X setelah mengikuti kegiatan menggambar dekoratif ?

C. Tujuan Penelitian
1. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggambar dekoratif dalam pembelajaran di TK.
2. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui gambaran kondisi kemampuan motorik halus awal anak di TK X sebelum adanya kegiatan menggambar dekoratif.
2. Untuk mengetahui proses kegiatan menggambar dekoratif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak di TK X.
3. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan motorik halus setelah mengikuti kegiatan menggambar dekoratif pada anak di TK X.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritik maupun praktis terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggambar dekoratif dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak.
Secara teoritik, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengembangan kajian keilmuan tentang dunia anak usia TK.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kegiatan menggambar dekoratif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus di TK.
2. Bagi guru TK dapat memberikan pengetahuan dalam proses pembelajaran agar lebih menerapkan prinsip pada bermain sambil belajar dan membimbing bagaimana agar kemampuan motorik halus anak dapat berkembang secara optimal.
3. Bagi anak akan memperoleh pembelajaran di bidang seni yang lebih menarik, menyenangkan dan memungkinkan bagi dirinya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus yang sangat berguna untuk masa dewasa nanti.
4. Memberi bahan masukan kepada lembaga penyelenggaraan program PAUD pada umumnya dan untuk TK X untuk meningkatkan proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak.

E. Metode Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak di TK X melalui kegiatan menggambar dekoratif. Maka metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan (action research). Metode penelitian tindakan yang dapat dikembangkan terdapat 4 komponen pokok yang juga menunjukan langkah (Sukardi, 2003) yaitu : plan (perencanaan), act (tindakan), observe (pengamatan), dan reflect (perenungan) atau disingkat PAOR yang dilakukan secara intensif dan sistematis atas seseorang yang mengerjakan pekerjaan sehari-harinya. Keempat tahap tersebut adalah satu siklus atau daur, sehingga setiap tahap akan berulang kembali. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah setelah siklus berlangsung beberapa kali diharapkan terjadi perbaikan yang diinginkan.

COMMENTS

Nama

#LERB 1001 Books Mus Read Before You Die Action adat dan budaya. Adventure Agoeng Nadh Ajip Rosidi Alexandre Dumas Aliens Amanda Ashby Amore android antivirus aplikasi Apocalyptic Arsitek artikel Asal Mula Suku Baduy Astrid Zeng bayi BBI Belajar Bahasa Indonesia dengan Diskusi Belanda benci Binatang bingung biografi Bisnis blackberry Books in English Challenge budaya nusantara budidaya capres cawapres cerita lucu cerpen Challenge Chaos[at]work Character Thursday Chicklit Childrens China chit-chat Chris Dyer Christina Tirta Classic Competition Comprensión de la educación física Contemporary Contest contoh contoh soal contoh surat Crissy Calhoun Cultural Curriculum Vitae de seguros Death Delirium Diskusi Djokolelono Drama dunia Dystopia Earthsea Cycle educación educacion definicion educación física Educación física para los adultos edukasi ekonomi Entertainment facebook Fairies Faktur Family Fantasy fatin Feby Indirani File Skripsi film Francisca Todi Free ebook Friendship fun Gayle Forman Gayus Holomoan P. Tambunan adalah Gemscool Giveaway google update harga harga nokia harga samsung healthy Historical Fiction Historical Fiction Challenge 2012 Historical Romance hiv-aids Holocaust Horror hot news Humor Hunger Games Ideologi Pancasila If I Stay Ika Natassa Ilana Tan Indonesia Info info menarik Inggris insurance internet Ipad apps islami Jadwal Pendaftaran SNMPTN 2013 James Patterson Jane Austen jantung Jenis-Jenis Tanah di Indonesia Jepang jilbab John Boyne Judul Skripsi Jules Verne Just-For-Fun-RC Kardashian Karla M. Nashar Karya tulis Kebudayaan Suku di Makasar di Era Globalisasi kata bijak kata cinta kata motivasi kata mutiara kata romantis kata-kata bijak kebencian Keberadaan Suku Baduy Kecantikan kelalawar Ken Grimwood Kesehatan Kesuburan Biologi (Mikrobiologi) Kewirausahaan Kim Eun Jeong Kode Nokia Konsep Kurikulum koperasi Korea Kumpulan Clipart Kumpulan Nama Bayi L.J. Smith La Mian latest news Lauren Oliver laut Lia Indra Andriana limbah lingkungan Lirik Lagu Lorien Legacies lucu M.G. Harris Maggie Tiojakin Magic makalah Makalah Adat dan Budaya MAKALAH Biologi Tentang Polusi Air Makalah Buku Minat Baca dan Wawasan Makalah Filsafat Pendidikan Makalah Flora dan Fauna Makalah Kasus Lingkungan Hidup Makalah Kebijakan Makalah Keluarga Berencana menurut pandangan Islam Makalah Kemampuan Dasar Mengajar Makalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Makalah Kerusakan Hutan Akibat Limbah Industri Makalah Kesehatan Keselamatan Kerja makalah Khasanah Kebudayaan Suku Baduy Makalah Media Pembelajaran Makalah Nasionalisme Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup Makalah Penanganan Anak Sulit Belajar Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Makalah Pengaruh Anemia Makalah Pengelolaan Sampah di Pedesaan dan di Perkotaan Makalah Pengembangan Kawasan Pantai Makalah Penggunaan Media untuk Pembelajaran makalah Pengolahan Sampah Makalah Penyakit Cacar Makalah Perkembangan Remaja dan Pacaran Makalah Perubahan Sosial Makalah Pesona Alam Wisata Purbalingga Makalah Problematika Sistem Pendidikan Indonesia Makalah Proses Perkembangan Antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan Budaya. Makalah Proses Perkembangan Antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan Budaya. Pengertian Kebudayaan Makalah Puber Makalah Rasa Rendah Diri Makalah Realisasi Pancasila dalam Bidang Kebudayaan Makalah Rumah Sehat Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi Makalah Toksikologi Lingkungan Makalah Tumbuhnya Lumut Pada Batuan Candi Borobudur Makalah Wawasan Nusantara Makanan Malaysia manfaat Marc Levy mario teguh Mary Kay Andrews Mary Rodgers Meg Cabot Metropop Moammar Emka motivasi Motivasi dan Aspek-aspek Pembelajaran Music My Stupid Boss Mystery Myth Name In A Book Challenge Narrative text Naskah pidato News Ninit Yunita Non-Fiction olahraga Orizuka Pakaian pandangan islam Paranormal PDA Pembangunan Lingkungan Hidup dan Otonomi Daerah Secara Berkelanjutan pembangunan. Pendidikan Penerbit Andi Penerbit Atria Penerbit Authorized Books Penerbit Avon Books Penerbit Bentang Penerbit Buku Katta Penerbit Bukune Penerbit Dastan Books Penerbit Elex Media Komputindo Penerbit Escaeva Penerbit Esensi Penerbit Gagas Media Penerbit Gradien Mediatama Penerbit Gramedia Penerbit HarperCollins Penerbit Haru Penerbit Mahaka Penerbit Mahda Books Penerbit Matahati Penerbit Mizan Penerbit Nulisbuku Penerbit Puspa Populer Penerbit Pustaka Jaya Penerbit Qanita Penerbit Scholastic Penerbit Serambi Penerbit Terakota Penerbit Ufuk Press Pengaruh Wudhu Bagi Kesehatan Pengaruh Globalisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Adalah Pengertian dan Fungsi Notula Pengertian Konservasi Sumber Daya Alam Pengertian Membaca dan faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa Pengertian Minat pengetahuan Pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman Penyebab Pencemaran Air dan Cara Mengolah Air yang Tercemar peran pendidikan Peranan Guru Peranan Membaca Perancis PERILAKU AGRESIF REMAJA Pittacus Lore Prameter Air yang dikatakan bersih Pretty Little Liars proposal PTK puisi rahasia alam ramalan Re-post Resep Masakan Resep Minuman Retni SB Romance RPP dan Silabus Sains Sara Shepard School Science Fiction Scott Westerfeld sejarah sepak bola Short Stories Simone Elkeles skripsi smartphones sms SNMPTN 2013 Spionase Stefiani E. I. Stephanie Laurens Supernatural surat lamaran kerja surat pengunduran diri Suzanne Collins Taiwan tata usaha Tatiana De Rosnay Teaser Tuesdays Teenlit teknologi Tere-Liye ternak The Joshua Files The Vampire Diaries Threes Emir Thriller Time Travel tips tips dan trik Travelogue tutorial ucapan ucay dwntr Uglies unik unta Ursula K. Le Guin US usaha Vampires video Video "Andai Aku Jadi gayus Tambunan" Virginia Novita viru mers W. Somerset Maugham Wanda Hamidah War Windy Ariestanty wirausaha Wishful Wednesday X Factor Indonesia Young Adult Yudhi Herwibowo
false
ltr
item
sanghiang: Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak di TK SKRIPSI PTK
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak di TK SKRIPSI PTK
sanghiang
http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/04/meningkatkan-kemampuan-motorik-halus.html?m=0
http://ekookdamezs.blogspot.com/?m=0
http://ekookdamezs.blogspot.com/
http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/04/meningkatkan-kemampuan-motorik-halus.html
true
7703537770750550472
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago